Brain fart – demikian para peneliti menyebutnya, yang dimuat dalam Jurnal Society for Neuroscience. Brain fart atau tip-of-the-tongue (TOT) kadang-kadang kita alami di berbagai situasi. Celakanya bila itu terjadi di dalam sebuah rapat penting bersama klien, bisa membuat kita mati gaya. Sindroma ini sebenarnya berasal dari ‘it’s on the tip of my tongue’ – ‘kata itu sudah ada di ujung lidah saya’ (tapi tak terucap). Ibarat orang nyaris bersin tapi batal.
Orang pertama yang menjelaskan fenomena itu adalah William James (1890), seorang psikolog. Sayangnya saat itu belum ada penelitian empiris yang bisa menjelaskan brain fart ini. Tahun 1966 peneliti dari Harvard, yakni Roger Brown dan David McNeil mempublikasikan hasil risetnya di Journal of Verbal Learning and Behavior. Lalu, bagaimana para peneliti menjelaskan brain fart?
Dua kali lebih sering pada usila
TOT berkaitan dengan psikolinguistik, yaitu gangguan sementara dalam proses pengambilan kata leksikal. Penelitian lain menyebut TOT sebagai sebuah gejala adanya kekacauan dalam proses pengambilan memori. Nah! Anda sudah mulai pikun? Tentu saja tidak.
Penyebabnya? “Sulit ditemukan,” kata Garry Small M.D, psikiater dan pengajar bidang Penuaan di UCLA Semel Institute. Ia mengatakan bahwa ketika otak kita menua, komunikasi antar neuron tidak seefektif ketika kita muda. Proses pengambilan memori menjadi kurang efisien. Penelitian berikutnya menyatakan bahwa orang pada usia 18 – 22 tahun mengalami TOT maksimal dua kali seminggu, sementara pada usia 65 – 75 tahun mengalami dua kali lebih sering. Frekuensi TOT ini akan meningkat pada usila, pada seseorang yang kurang tidur, mengalami kecemasan, pecandu alkohol, dan apa saja yang bisa memengaruhi kesehatan fisik dan kognitif.
Fenomena TOT sangat unik, karena adanya perasaan ‘sangat ingat.’ Kalau kita tetap berusaha mengingat kata yang ‘hilang’ itu, kita akan bisa mengingatnya kembali. Karena ketika kita mengingat sesuatu, otak kita memanggilnya dari jaringan memori, yaitu hipokampus dan bagian otak lainnya untuk bekerja sama memperoleh akses memori yang sudah dikodekan.
“Ingatan jangka panjang lebih solid daripada ingatan jangka pendek. Berbagai peristiwa zaman sekolah dulu lebih mudah diingat daripada peristiwa makan malam dua hari lalu. Kalau kita tidak sering ‘memanggil’ sesuatu dalam kotak memori kita, akan lebih sulit untuk mengingat. Itu sebabnya penting bagi kita untuk mengingat-ingat,” kata Small.
Strategi mengatasi
Otak kita membuat ruangan untuk informasi yang lebih penting. Untuk memelihara efisiensinya, otak menyaring dengan ‘gunakan’ atau ‘buang.’ Contoh sederhananya ketika kita mendapat nomor telepon. Kita tidak dapat mengingat nomor itu karena kita segera menyimpannya di dalam phone book dismartphone kita.
Sebuah riset baru menyebut bahwa di otak kita juga ada ‘file’ untuk ‘just in case,’ menyimpan informasi untuk nanti – ini menjelaskan mengapa kita lupa kata-kata yang jarang kita gunakan. Tidak banyak strategi praktis untuk menolong diri kita mengatasi TOT. Berdasarkan pengalaman Small sebagai peneliti dan praktek di klinik, ada empat keluhan utama dalam hal ingatan, yakni mengingat nama dan wajah, tempat Anda meletakkan sesuatu, mengingat untuk mengingat sesuatu seperti ‘jangan lupa nanti kalau pergi bawa kartu nama,’ serta saat TOT.
Small mencoba memberi kita solusi sederhana yang disebutnya teknik Lihat, Jepret, dan Hubungkan. Teknik ‘lihat’ ini mengingatkan Anda untuk fokus, ‘Jepret’ berarti menciptakan mental untuk menangkap, dan ‘Hubungkan’ adalah cara untuk memberi makna bagi ‘mental tangkap.’ Saat Anda mengalami TOT, tuliskan apa saja yang berkaitan dengan kata yang sedang berusah Anda ingat untuk diucapkan. Begitu Anda mendapatkan kuncinya, lakukan teknik LJH (Lihat, Jepret, Hubungkan). Misalnya saja Anda ingin mengingat kata ‘metronom.’ Hal yang berkaitan dengan metronom adalah pengukur, tempo, lagu, metro, dan piano. Begitu Anda mendapat kaitan yang sedikit saja, Anda dapat mengingat kata yang ingin Anda ucapkan.
Immanuella Rachmani
Sumber: Jurnal Society of Neuroscience
Foto: TPGNews
Sumber






0 komentar:
Posting Komentar